Mengenal filsafat aliran materialisme lebih dekat

Spread the love

Gambar terkait

IMAGE BY GOOGLE.COM

Orang orang yang berfkir filsapat biasa di gambarkan bagai seorang manusia yang  hidup berpijak di atas muka bumi dan memandang bintang – bintang seraya berfikir ingin mengetahui hakikat kenyataan yang sesungguhnya dirinya maupun semesta yang ada, dia yang selalu ingin tahu hakikat sesungguhnya apa yang ada di hadapanya yang ditatapnya, dan dirasa olehnya, pada dasarnya kerangka – kerangka yang dibuat oleh para pemikir – pemikir filsafat itu sifatnya universal, itu semua karena seorang yang gemar dalam berfikir dalam hal imu pengetahuan tesebut selalu melihat bukan hanya dari satu sudut pandang ilmu pengetahuan saja, dia selalu mengginkan segala sesuatu yang dia pelajari itu di hubung – hubungkan dengan moral, ilmu pengetahuan dengan agama, juga selalu berfikir suatu ilmu tersebet member manfaat atau tidak dengan kebahgiayaanya maupun orang lain.

kunjungi juga website kami di soal ukg

Pilsafat material lisme iyalah sebuah aliran filsafat yang menyatakan bahwasnya hakikat kenyataan yang sesungguhnya iyalah harus berupa materi, fikiran, penhayatan, dan sedaraan semua yang ada itu hakikatnya di kembalikan kepada materi yang berwujud berupa fisik, pada hakikatnya materi iyalah berupa wujud, terlihat, dapat diraba oleh indera perasa dan memiliki volume, dan sepertihalnya emosianal, perasaan, alam fikiran, atau hal – hal yang selau di rasakan secara indra, jiwa, dan fisik semua itu perwujudan dari materi yang sifatnya fisik.

Adapun tokoh tokohnya aliran filsafat ini adalah :

Demokritos (460-370 SM) menyatakan bahwasanya seluruh alam semesta ini terbentuk dari atom –atom yang sangat kecil yang tersusun menjadi materi – materi fisik, pada hakikatnya atom – atom ini memiliki sifat yang tak berda melainkan sama, yang membedakanya hanya pada ukuranya dan tataletaknya saja, dalam hal ini pula demokritos juga menyatakan bahwasanya jiwa tersusun dari atom – atom yang teramat kecil sekali yang tersusun, bentuknya bulat dan atom – atom tersebut mudah begerak kemana saja.

Thomas Hobbes (1588-1679) menyatakan bawasanya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini bergerak atas dasar materi, juga termasuk alam fikiran dan jiwa semua itu bergerak atas dasar materi, bahkanperasaan pun demi kian, dia juga menyakini bahwasanya semua yang ada di alam semesta ini berawal dari benda – bend kecil, dengan hal ini maka sesunhungya dia meyakini bahwa ketika belajar ilmu pengetahuan sama saja dengan belajar benda – benda berupa materi.

Dalam hal ini bisa kita simpulkan secara jelas bahwanya fenomena – fenomena yang terjadi di dunia ini iyalah dari hasil unsur unsure material, karan materi adalah subtansi dari semua yang ada sebagai subtansi dari teori – teori yang ada, pada sisi yang sama pula aliran filsafat materialisme termasuk ontoligi monistik, dari sisi yang sama pula materilisme tidak bias di golongkan sebagai teoriontologis, pada dasarnya filsafat materialisme bukanlah aliaran ilmu pengetahuan yang sifatnya dualisme atau pluralisme, pada intinya orang – orang yang menyakini hakikat reliata adalah berbentuk materi, merkeka berpendapat semua hakikat kekuatan dan fenomena yang terjadi di dunia ini adalah wujud dari unsur materi , dan seandainya ada kekuatan atau fenomena yang terjadi itu bukan berarti di kaitkan dengan energy – energy spiritual hanya saja manusia belum memahaminya seara seutuhnya dengan akal dan fikiranya.