Jasa Bore Pile

Jasa Bore Pile, Paling Rekommended !

Spread the love

Bore pile termasuk pondasi tiang dalam, benda ini berbentuk silinder memanjang vertikal ke bagian dalam permukaan bawah tanah, hingga sanggup menjangkau bagian tanah yang keras, tujuannya agar memperoleh kekuatan yang maksimal dalam menahan bangunan yang ada di atasnya. Pada proses pengerjaannya  menggunakan dua metode, yakni, wash boring (bor basah) dan juga dry boring (bor kering). Dari kedua metode pengeboran ini pastinya terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Nah, kami selaku penyedia Jasa bore pile pasti selalu memberikan rekomendasi terbaik bagi para pelanggan untuk pemilihan metode yang pas digunakan pada tempat mereka.

Bore pile biasanya dibuat dengan panjang diameter lubang antara 30 cm hingga 80 cm dan dengan kedalaman antara 6 meter sampai 30 meter. Semua ukurannya bisa disesuaikan dengan fungsi kegunaan dari bore pile tersebut. Pasalnya, penggunaanya sering diaplikasikan untuk tiang pancang bangunan seperti rumah, hotel, perkantoran dan lain-lain ataukah digunakan untuk konstruksi yang lebih kuat lagi seperti jembatan maupun tower BTS dan lain-lain.

Mengenai dua metoda bore pile yang sebelumnya telah dibahas tadi, kami akan memberikan sedikit informasi mengenai perbedaan masing-masing metode tersebut.

  1. Wash boring (bore pile basah)

Pertama yang kita bahas adalah metode bore pile basah, kami selaku penyedia Jasa bore pile pasti merekomendasikan kepada customer untuk menggunakan metode wash boring ini. Bukan karena apa-apa, pasalnya metode ini mempunyai beberapa kelebihan. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

  • Proses pengeboran lebih cepat selesai.
  • Limbah air dan lumpur hasil sisa pengeboran akan ikut terangkut keluar lewat sirkulasi yang telah dibuat.
  • Bisa mencapai kedalaman tanah yang memang benar-benar keras.
  1. Dry boring (bore pile kering)

Perlu Anda ketahui biasanya bor pile kering ini digunakan untuk konstruksi bangunan yang ringan hingga menengah (sedang). Berikut adalah detail pekerjaan pengeboran jika menggunakan metode dry boring. 

  • Pengeborannya membutuhkan waktu relatif lebih panjang daripada bore basah (wash boring).
  • Limbah lumpur serta air dari hasil pengeboran tidak seluruhnya dapat terangkut keluar sehingga akan sedikit memberikan masalah ketika proses pengecoran berikutnya.
  • Hasil yang didapatkan sangat baik karena ketika proses pengecoran akan digunakan pipa tremi untuk menyalurkan cor beton basah kedalam besi tulangan yang sudah dimasukkan.

Dari kedua metode tersebut sekilas pasti bisa Anda langsung menyimpulkan sendiri mengenai kelebihan serta kekurangannya dari keduanya. Dan setelah ini, kami akan menjelaskan mengenai peralatan yang selalu digunakan dalam proses pembuatan bor pile.

Dalam proses bore pile, kami biasanya menggunakan alat yang dinamakan mini crane. Alat ini memiliki beberapa kelebihan yang menguntungkan, dantaranya adalah dapat membuat galian hingga kedalaman 30 meter atau sampai dapat mengjangkau bagian dalam tanah yang bertekstur keras. Bukan hanya itu saja, mesin mini crane bore pile ini memiliki desain yang mudah dibongkar pasang.

Pilihan ukuran diameternya pun bervariatif yaitu, antara 30 cm sampai 80 cm (disesuaikan dengan ketentuan konstruksi serta keinginan dari customer). Yang lebih menariknya lagi, alat ini tidak menyebabkan getaran sehingga, tidak akan mengganggu bangunan yang ada di sekitarnya.

Nah jika Anda berminat ingin menggunakan Jasa bore pile kami, Anda bisa menghubungi kontak sejasaku.net sekarang juga!